Cara Merakit PC

Merakit PC merupakan suatu hal yang bisa dibilang susah-susah gampang. Dibilang gampang karena memang kita tinggal tancep sana-sini aja, dibilang susah karena kita harus bisa menyesuaikan kecocokan antara satu komponen dengan komponen lainnya.

Nah, bagi kamu yang belum pernah sama sekali merakit PC dan ingin mencobanya, artikel ini mungkin akan membantu kamu para pemula dalam hal menentukan komponen dalam hal perakitan PC.

Let’s kuy!!!

Mengenali Jenis Soket

Umumnya, artikel terkait merakit PC selalu diawali dengan pemilihan prosesor. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun bagi seorang yang belum pernah merakit PC tentu akan dibuat kebingungan untuk urusan ini.

Prosesor sendiri memiliki banyak sekali jenis soket, 2 contoh sederhana saja 1150 dan 1151 untuk prosesor dari Intel.

Soket sendiri erat kaitannya dengan generasi dari sebuah prosesor tersebut. Contoh sederhananya soket 1150 itu cocok dengan Core i3, i5 dan i7 generasi ke-4. Itu artinya, kita juga harus menyiapkan motherboard yang sesuai juga dengan jenis soket prosesor yang kita pilih.

Baca juga: Jam Digital Masjid

Secara garis besar, antara prosesor dan motherboard yang kita pilih harus ada kecocokan antar satu sama lain.

Mengenali Generasi Prosesor

Pada dasarnya, poin ini masih terkait dengan poin sebelumnya. Jadi sebuah prosesor memiliki generasinya masing-masing. Mengenali generasi prosesor ini menjadi sesuatu yang sangat penting terlebih bila kita ingin melakukan upgrade prosesor suatu saat nanti.

Anggaplah hari ini kita memilih prosesor core i3 generasi ke-4 dan suatu saat ingin melakukan upgrade ke core i5 atau core i7. Dalam kasus ini, kita hanya bisa melakukan upgrade ke core i5 atau core i7 di generasi yang sama, yakni generasi 4. Artinya, kita tidak bisa sembarangan memilih prosesor untuk upgrade (terkecuali kita mau upgrade secara menyeluruh hingga motherboard).

Hindari Bottleneck

Singkatnya, bottleneck merupakan sebuah kondisi dimana ada ketidakseimbangan kinerja antar komponen. Yang paling sering terjadi tentunya antara GPU (VGA) dan CPU (Prosesor).

Misalnya VGA-nya kelas atas tapi prosesornya abal-abal (juga berlaku sebaliknya).

Jadi jika kita memiliki dana yang terbatas, jangan hanya fokus mementingkan 1 komponen saja, tapi perhatikan kinerja dari setiap komponen apakah bisa saling bekerja sama dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *